masa SD ku lalui dengan penuh pertanyaan mengapa aku di lahirkan di kawasan "primitif" dekat daerah
"manalu" kepulauan sangihe..!!!!
tak pernah terpikirkan oleh ku untuk segera pergi dari kawasan itu dan tinggal di tempat yg lebih akrab lagi akan sivilisasi dan cita rasa perkotaan yg selalu ku impikan setiap saat. karena tugas kian menjalar sang bapak untuk menyelesaikan segala kehendaknnya sebagai "PENEBANG POHON" ...!!!
aku pun memilih untuk diam dan tak banyak bicara.
setiap pagi ku berangkat sekolah pukul 05:09 karena jauh dan tak ada jembatan sampan milik
"BERNARD LAHOPE" pun jadi sasaran utama ku demi menjunjung perjalanan ku menuju sekolah..!!! setelah beberapa kilometer aku mendayung terlihatlah dari kejauhan sang manusia-manusia kota sedang berjalan dengan membawa ransel dan menikmati panorama sekitar. benak ku berkata mereka bisa datang ke tempat seperti ini mengapa tidak aku untuk berkunjung ke kota dan nikmati udara panas nya>>>@@ !!!!
dua puluh menit berlalu akhirnya kaki ku pun berpijak di sisi kiri lembah. dan perjalanan ku pun masih belum berakhir sampai di sini. aku harus menempuh kaki bukit dengan penuh rasa takut yg tiada tara. konon di tempat tersebut terdapat beberapa binatang buas yg sedang kelaparan dan aku pun hanya bisa berlari tanpa melihat kanan kiri. dan tak lama akhirnya bilik sekolah ku pun mulai terlihat menjumpai ku dan lagi-lagi halangan/interupsi menerpa ku tiada henti meskipun sekolah ku hanya berdiri beberapa kilo saja dari hutan belantara masih ada aja anak-anak resek yg mencoba untuk memalak ku dengan gertakan dalam kata-kata.!!!!!!!!!
ku coba berikan mereka segenggam ubi rebus pemberian kakak namun mereka menolak dan lebih memlih uang sebagai permintaannya. di jaman saat itu ternyata uang dapat laku juga di hutan belantara seperti demikian sedangkan prinsip penghuni hutan seperti ku uang itu hanyalah nafkah sementara yg akan di butuhkan bila kita hendak merayakan acara-acara tertentu saja. dan konsumsi makanan di hutan sangatlah beragam seperti "babi hutan. anjing. kelinci. ubi. rusa. dan ular" aku hanya bisa menikmati nya dengan penuh suka cita.
beberapa tahun sudah aku bertaut dengan keprimitipan. tak lama kemudian kakak ku dari kota datang membawakan kabar gembira bagi keluarga. dia berniat untuk membawa kita sekeluarga untuk tinggal di tempat yg lebih formil lagi yaitu "K.O.T.A"
karena barang di rumah sangatlah sedikit maka singkat pula lah kita tuk prepare menuju kota dan menjalani transisi hidup yg baru bagi ku dan kerabat ku. setelah sampai di manado rasa panas pun mulai menyambut ku dengan penuh kegembiraan dan ku lihat kanan kiri lalu bertanya pada ornamen jalanan "mengapa tempat ini begitu indah daripada tempat asal ku" .
selang beberapa saat akhirnya ku putuskan untuk beristirahat sejenak sambil menjejalkan mulut ku dengan makanan yg tak pernah ku jumpai sebelum nya>
hari kian terik dan manusia sekitar pun kian menjerit kepanasan dan aku akhirnya pulang dengan keringat yg kian me merah karena pudar nya sablonan baju ku. lagi-lagi ku lihat keadaan sekitar dengan penuh harapan bisa mencari teman dan bersosialisasi. tapi ternyata ku gagal dalam beradaptasi sejumlah penghuni mengecam keras tindakan ku yg selalu kencing di sembarang tempat.!!!!
tiga hari jasad merasakan panasnya udara kota akhirnya aku pun mulai mengawali waktu ku bersekolah sebagai pelajar S.M.P.
di sana aku mendadak kikuk dan bingung sendiri melihat sepasang remaja sebangku ku yg sedang berkasih mesra dengan pasangannya. dia melekatkan bibir monyongnnya di bibir sang pacar aku pun hanya bisa melihatnya tanpa mengetahui apa-apa....
karena tidak tau ku dekatilah mereka dan ku colek pundaknnya "HEY" ??? entah apa yg sebenarnya terjadi akhirnya si lelaki itu marah sambil mendorong ku. karena emosi ku kian tak terkendali akhirnya perkelahian pun tak terkendali dan aku pun memilih pulang sejenak hanya untuk mengambil mengambil sebuah tombak miliknya "ENTTEW KARAMOY" seorang pengrajin besi sahabat bapak ku..
setelah ku tiba di sekolah aku pun tambah bingung "mengapa orang-orang berseragam itu kumpul dan berdiri di depan sekolah" dan teman sekolah ku memberi tahu ku tentang orang tersebut dengan penuh kepanikan. dan ternyata orang tersebut adalah polisi karena tidak tahu menahu dengan dingin aku pun langsung masuk ke sekolah. setelah di dalam aku harus rela kena tampar kakak yg kebetulan pada saat ku pulang di datang terlebih dahulu ke sekolah hanya untuk melihat masa transisi ku di sana....
hidup di kota ternyata tak seperti apa yg kita impikan malah lebih sukar untuk kita jalani dan enggan mengampuni kita di saat kita terjatuh. disparitas jadi perihal utama dalam ketar-ketir kehidupan manusia kota.....@@@
sudah lah kita jalani apa adanya !!!!!!!!!!